hoax

FB_IMG_1447448025583

Assalamu alaikum wr.wb & salam sejahtera bagi kita semua
Globalisasi telah menjadi pendorong lahirnya era perkembangan teknologi informasi. Fenomena kecepatan perkembangan teknologi informasi ini telah merebah di seluruh belahan dunia, tidak hanya negara maju saja namun negara berkembang juga telah memacu perkembangan teknologi informasi pada masyarakatnya masing-masing sehingga teknologi informasi mendapatkan kedudukan penting bagi kemajuan sebuah bangsa.
Seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di dunia, teknologi informasi memegang peran penting, baik dimasa kini maupun masa mendatang. Teknologi informasi diyakini membawa keuntungan dan kepentingan yang besar bagi negara-negara di dunia. Setidaknya ada dua hal yang membuat teknologi informasi dianggap begitu penting dalam memacu pertembuhan ekonomi dunia. Pertama teknologi informasi mendorong perminntaan atas produk-produk teknologi informasi itu sendiri misalnya komputer, modem, sarana untuk membangun jaringan internet dan sebagainya. Kedua adalah memudahkan transaksi bisnis keuangan disamping bisnis-bisnis lainnya. Dengan demikian teknologi informasi telah berhasil memicu dan memacu perubahan tatanan kebutuhan hidup masyarakat dibidang sosial dan ekonomi, yang notabene sebelumnya bertransaksi ataupun bersosialisasi secara konvensional menuju transaksi ataupun sosialisasi secara elektronik, hal ini dinilai lebih efektif dan efesien.
Sebagai akibat dari perkembangan yang demikian, maka secara lambat laun, teknologi informasi dengan sendirinya juga telah mengubah perilaku masyarakat dan peradaban manusia secacra global. Disamping itu perkembangan teknologi informasi telah menyebabkan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan sosial secara signifikan berlangsung sedemikian cepat. Sehingga dapat dikatakan teknologi informasi saat ini telah menjadi pedang bermata dua karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan, dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum, dengan terjadinya perbuatan-perbuatan melawan hukum tersebut maka ruang lingkup hukum harus diperluas untuk menjangkau perbuatan-perbuatan tersebut.
A. Beberapa bentuk kejahatan cyber crimes
Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis komputer dan jaringan telekomunikasi dalam beberapa literatur dan praktiknya dikelompokan dalam beberapa bentuk, antara lain
1. Unauthorized acces to computer system and service, yaitu kejahatan yang dilakukan kedalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa pengetahuan pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya, biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia, namun begitu ada juga yang melakukannya hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi, kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi internet.
2. Illegal contents, yaitu kejahatan dengan memasukan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum, sebagai contohnya adalah
a. Pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain
b. Pemuatan hal-hal yang berhubungan dengan pornografi
c. Pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintah yang sah dan sebagainya.
3. Data forgery, yaitu kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi salah ketik yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku.
4. Cyber espionage, yaitu kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain.
5. Cyber sabotage and extortion, yaitu kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang tersambung pada internet, biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, suatu virus komputer atau suatu program tertentu.
6. Offence against intellectual property, yaitu kejahan yang ditujukan terhadap hak kekayaan intelektual yang dimiliki seseorang di internet
7. Infringements of privasi, yaitu kejahatan yang ditujukan terhadap informasi seseorang yang merupakan hal yang sangat pribadi dan rahasia
Oleh karena itu berangkat pada gambaran singkat diatas, dalam konteks media yang digunakan oleh pelaku kejahatan adalah komputer, maka dalam hal ini tindak kejahatan tersebut dapat dianilisis berupa :
1. Komputer sebagai sasaran
2. Komputer sebagai ketidaksengajaan atas suatu kejahatan
3. Komputer sebagai sarana untuk melakukan tindak kejahatan
Komputer pada cara ini digunakan untuk kejahatan dengan sistem elektronik sebagai sarana untuk melakukan kejahatan, pada umumnya kejahatan semacam ini merupakan tindak kejahatan tradisionel yang dilakukan dengan komputer akan tetapi modus tersebut telah berkembang dimana pada saat ini tak hanya media komputer saja yang menjadi sarana, handphone pun bisa asalkan media elektronik tersebut telah terhubung pada jaringan internet,dan kejahatan macam ini sangat mengganggu kehidupan keseharian kita selaku bangsa dan warganegara dalam menjalankan kehidupan berwarga negara,
Masyarakat akhir-akhir ini tengah digencarkan dengan isu-isu bohong atau yang belum tentu kepastiannya atau disebut juga dengan hoax. Berita-berita tersebut dengan sengaja dibuat dan disebarkan di masyarakat dengan motif yang beragam. Mulai dari iseng sampai bayaran. Berita hoax sebenarnya sudah lama terjadi dan marak dikonsumsi, namun kali ini,tampaknya muncul banyak kecaman dari berbagai golongan. Dan juga meresahkan masyarakat. Saat ini, puluhan berita bohong dan informasi palsu beredar setiap detiknya melalui sarana media sosial. Berita yang benar dan akurat bercampur dengan hoax atau gosip, dan menyebar dengan sangat cepat dan tak terkendali. Karena terkait erat dengan hak publik memanfaatkan media sosial, penyebaran hoax menjadi sulit ditangkal. Satu-satunya langkah yang cukup efektif menangkal hoax adalah kesigapan merespons berita bohong itu dengan menyebarluaskan berita yang benar dan informasi yang akurat.
Sarana media sosial yang harusnya berfungsi sebagai alat tukar informasi sudah disalah gunakan oleh banyak oknum, menjadi tidak valid dan tidak bisa dipercaya. Hingga masyarakat sulit mendapatkan berita yang dijamin kebenarannya. Sementara media sosial yang telah banyak menggantikan posisi televisi sebagai alat untuk mendapatkan informasi kembali berpaling
B. Motivasi Menyebarluaskan Berita Hoax
Maslow berpendapat bahwa tingkah laku manusia berasal dari dorongan atau motivasi yang berasal dari berbagai kebutuhan yang bertingkat. Tingkah laku manusia lahir dari perasaan, keinginan, aspirasi dan lain sebagainya yang berasal dari internal dan eksternal (lingkungan) manusia itu sendiri. Sumber motivasi berpusat pada diri manusia itu sendiri, tidak hanya dari nafsu saja atau lingkungan saja, melainkan menyeluruh. Melalui teori ini, Maslow ingin membuktikan bahwa manusia mampu melakukan sesuatu yang lebih mulia daripada perang, prasangka dan kebencian, bahwa segala bentuk tingkah laku luhur adalah kodrat pada manusia. Teori motivasi Maslow menyelidiki tingkah laku manusia secara totalitas, tidak memisahkan antara dorongan, naluri dan kebutuhan, sehingga jawaban yang didapatkan tuntas, tidak sebagian-sebagian.
Menurut Maslow motivasi adalah dorongan pada manusia untuk melakukan sesuatu atas dasar kebutuhan-kebutuhan yang dimiliki, termasuk dalam menyebarkan informasi hoax. “Manusia dimotivasikan oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies, tidak berubah dan berasal dari sumber genetis atau naluriah” Mengenai informasi hoax, Harley menerangkan bahwa sebagian besar karya hoax pada awalnya dibuat dari niat baik, dengan mengajak untuk menyebarkan surat/informasi berantai yang bermanfaat (seperti mengingatkan akan masalah virus). Tentu saja, beberapa hoax (atau semi-hoax) muncul dari kesalah pahaman atau terpisah dari kebenaran karena menyebar lebih lanjut di Internet (sehingga tidak sesuai dengan konteks wilayah dan waktu). Namun, banyak juga informasi hoax yang dimulai oleh seorang individu yang menyesatkan, merasa meningkat harga dirinya setiap kali salah satu korbannya merasa bodoh ketika menyadari bahwa mereka telah tertipu.
Ada beberapa kebutuhan dasar manusia menurut Maslow. Pertama, kebutuhan fisiologis, merupakan kebutuhan paling dasar, paling kuat dan paling jelas dari antara sekalian kebutuhan manusia yaitu kebutuhannya akan makanan, minuman, tempat berteduh, seks, tidur dan oksigen. Kedua, kebutuhan akan rasa aman. Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas muncul. Jika tidak terpenuhi, maka manusia akan cemas. Kebebasan yang ada batasnya lebih disukai daripada dibiarkan sama sekali. Kedua kebutuhan awal ini tidak dibahas lebih jauh karena belum berkaitan dengan permasalahan penelitian. Kebutuhan ketiga adalah kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan akan kasih sayang (kebutuhan sosial). Orang akan mendambakan hubungan penuh kasih sayang dengan orang lain pada umumnya, khususnya kebutuhan akan rasa memiliki tempat di tengah kelompoknya dan dia akan berusaha keras mencapai tujuan yang satu ini. Maslow menyukai rumusan Carl Rogers tentang cinta: keadaan dimengerti secara mendalam dan diterima dengan sepenuh hati. Karena itu seseorang tentu cenderung akan mencari dan melakukan berbagai hal agar dapat diterima di dalam kelompoknya sebagaimana yang dikatakan Harley. Termasuk saling menerima dan memberi informasi.
Keempat, kebutuhan akan penghargaan. Maslow menemukan bahwa setiap orang memiliki dua kategori kebutuhan akan penghargaan, yaitu harga diri dan penghargaan dari orang lain. Harga diri meliputi kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidaktergantungan dan kebebasan. Penghargaan dari orang lain meliputi prestise, pengakuan, penerimaan, perhatian, kedudukan, nama baik serta penghargaan. Hal ini menjelaskan pernyataan Harley mengenai banyaknya informasi hoax yang dimulai dengan tujuan menyesatkan oleh orang yang merasa meningkat harga dirinya setiap kali korbannya (penerima informasi hoax) merasa tertipu. Harga diri pembuat hoax meningkat karena berhasil mengungguli orang lain, merasa lebih kompeten dan kepercayaan dirinya akan meningkat. Jika kemudian ada yang merespon, mengakui atau bahkan waspada terhadap informasi darinya, maka ini merupakan sebuah penghargaan dari orang lain terhadap dirinya. Lebih lanjut Maslow menyebutkan, seseorang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri serta lebih mampu, maka juga lebih produktif. Maka tidak menutup kemungkinan pembuat hoax akan semakin banyak membuat informasi hoax untuk mendapatkan respon dan penghargaan yang sama. Begitu pula potensi yang berlaku pada seseorang yang berniat baik menyebarkan informasi, meskipun dia tidak mengetahui bahwa informasi tersebut hoax, akan semakin produktif menyebarkan informasi setelah informasi yang disebarnya mendapat respon dan atau penghargaan dari orang lain.
Kelima, kebutuhan akan aktualisasi diri. Pemaparan tentang kebutuhan psikologis untuk menumbuhkan, mengembangkan dan menggunakan kemampuan, oleh Maslow disebut aktualisasi diri, merupakan salah satu aspek penting teorinya tentang motivasi pada manusia. Maslow menegaskannya dengan kalimat: “Setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya”. Selanjutnya, Maslow menjelaskan bahwa manusia memiliki hasrat untuk tahu dan memahami. Maslow berkeyakinan bahwa salah satu ciri mental yang sehat ialah adanya rasa ingin tahu, alasannya di antara lain adalah: Sejarah mengisahkan banyak contoh tentang orang-orang yang menantang bahaya besar untuk berburu pengetahuan, misalnya Galileo dan Columbus; Hasil-hasil penelitian terhadap orang-orang yang masak secara psikologis menunjukkan bahwa mereka itu tertarik pada hal-hal yang penuh rahasia, yang tak dikenal dan yang tak dapat dijelaskan; Pengalaman Maslow menangani kasus orang dewasa yang depresi dapat sembuh setelah mengikuti saran agar menyibukkan diri dalam sesuatu kegiatan yang bernilai, sehingga diyakini adanya kebutuhan-kebutuhan kognitif; Pemenuhan rasa ingin tahu ternyata secara subjektif juga memuaskan.
Dalam menyebarkan informasi hoax, kebutuhan aktualisasi diri ini dapat dipahami jika penyebar hoax bertujuan memahami atau menguji penyebaran informasi hoax itu sendiri. Sebagaimana para peneliti literasi media menguji dampak menonton sinetron pada remaja misalnya. Dari pengujian ini dapat ditemukan berbagai pengetahuan seperti pola penyebaran atau respon terhadap informasi hoax itu sendiri, sesuai dengan yang diinginkan oleh penyebar hoax itu sendiri. Maslow mengatakan banyak orang melaporkan bahwa belajar dan menemukan sesuatu menimbulkan rasa puas dan bahagia. Maslow menyimpulkan semuanya sebagai proses pencarian makna, adanya hasrat untuk memahami, menyusun, mengatur, menganalisis, menemukan hubungan-hubungan dan maknamakna, membangun suatu sistem nilai-nilai.
C. Dampak Dari Berita Hoax
Meski dari awal sudah terdengar atau mencurigakan kabar itu namun masih banyak saja yang kerap tertipu berita hoax di dunia maya, walaupun terdengar sepele hoax dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat luas dalam berbangsa dan bernegara, berikut uraian mengenai dampak yang ditimbulkan
1. Hoax menjadi alat untuk penipuan publik
Selain kehebohan ada jenis hoax yang dibuat untuk mencari simpati dan uang, hal ini pernah dialami oleh lembaga kanker di amerika, saat itu muncul kabar hoax yang mengaku membutuhkan bantuan uang dari lima ratus orang demi membantu operasi seorang gadis kecil penderita kanker. Banyak orang yang tertipu hingga akhirnya mereka mengirimkan sejumlah uang pada rekening yang dicantumkan pada pesan hoax tersebut.
2. Hoax pemicu kepanikan publik
Kita tentunya mengetahui betul mengenai pemberitaan yang mengabarkan bahwasannya dinegara tercinta ini sedang maraknya penculikan anak yang berujung pada pemotongan. Dirasa ini adalah tujuan hoax yang paling banyak diminati oleh pembuat hoax yang memicu terjadinya kepanikan di masyarakat luas
3. Meresahkan masyarakat
4. Merugikan pihak lain
5. Menyulut perselisihan dan kebencian
6. Mengancam keutuhan NKRI apalagi yang berkaitan dengan masalah Sara, terutama dalam urusan agama karena dalam hal ini sangat sensitif

referensi :

Budi Suharyanto.Tindak Pidana Teknologi Informasi (cyber crimes). Raja Grapindo Persada : Jakarta.2012.hlm 1-2

Maskun.kejahatan siber syber crimes suatu pengantar.Kencana : Jakarta.2013.hlm 51

https://www.scribd.com/mobile/document/342558007/s2-2016-359542-introduction-pdf. Diakses pada rabu 5 april 2017 jam 13:20

 

Advertisements

About bloodloob

dilahirkan telanjang tanpa senjata
This entry was posted in Tak Berkategori, turn back hoax and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s